Assalamu’alaikum….
Aku lebih sreg klo menyebut diri aku “berkerudung” dariapada berjilbab. Aku lebih sering memakai kain penutup kepala yang dimasukkan dalam baju ketimbang yang nutupin dada. Mungkin semua itu butuh proses ya?Waktu itu bulan April 2007 begitu kuat keinginanku memakai penutup kepala (kerudung) dan berpakaian panjang tertutup. Hal itu aku lakukan karena begitu kuat keinginan ku untuk berkerudung dan menutup aurat. Sampai – sampai untuk HIJRAH tersebut aku menguras tabunganku untuk membuat busana muslim terutama untuk membuat seragam kerja. Bukan cuma dua stel aku buat, tetapi 7 stel seragam kerja sekaligus aku buat. Semua aku beli baru, mulai dari beli kain sampai dengan biaya jahitnya. Belum lagi kerudung – kerudung yang aku beli baru semua. Pakaian – pakaian untuk aktivitas diluar kerja pun banyak yang baru – baru.
Sekedar flashback, sebelumnya selalu berpakaian minim. Dulu, rasanya nggak percaya diri kalau nggak pakai baju ketat. Lengkap dengan Hi hills dan rambut panjang tergerai. Pakaian kerja pun aku buat se pas mungkin di badan. Biar mudah berinteraksi dengan atasan,, hehehhee..Dulu, aku paling nggak terlalu respek meliahat perempuan berjilbab. Mengapa ?saat kuliah dulu, lumayan banyak teman perempuanku yang memakai jilbab. Sebelum kenal dekat dengan mereka, aku anggap mereka adalah perempuan – perempuan yang bisa menjaga attitude mereka. Namun setelah mengenal lebih jauh, ternyata attitude nya sama sekali nggak mencerminkan perempuan muslim, islami. Bahkan kecenderungan berkelakuan hedonis dan sangat jahiliyah. Tidak perlu disebutkan kelakuan apa aja itu, mungkin kalian sudah tau. (cttn: tapi masih banyak kok perempuan yang benar – benar berjilbab).Dari situlah aku merasa nggak respek dengan perempuan berjilbab.
Masalahnya…..
Belum genap setahun aku menutup aurat. Mengapa kadang timbul sebuah keinginan yang sangat kuat untuk tampil seperti dulu. Sampai dengan saat ini aku masih bisa mengatasainya tapi kuat entah sampai kapan. Ada suatu sebab si sampai aku berkeinginan seperti itu. Tapi mungkin ini nggak akan aku sampaikan karena terlalu pribadi.
Apakah imanku sedang berada pada titik terendah? Kuperbanyak berdoa dan membaca artikel – artikel tentang jilbab supaya aku tetap Istiqomah dalam menghadapi godaan tsb. Apalagi dibulan suci ini. Sering aku bertanya ke diriku sendiri, apakah perempuan berkerudung yang lain juga pernah merasakan seperti yang kurasakan ini?
Aku sungguh – sungguh membutuhkan nasehat dan dukungan untuk ini. Dalam hati kecilku aku nggak mau kembali ke masa jahiliyahku dulu. Aku benar – benar ingin menjalani kehidupan ini dengan benar dan baik sesuai koridor hidup yang sudah ditetapkan lewat kitab suci dan sunah Nya..
Wassalamu’alaikum